Showing posts with label Romantis. Show all posts
Showing posts with label Romantis. Show all posts

The Hunger Game



Siapa yang tidak tahu The Hunger Games. Saya tidak tahu. Beneran deh saya ngak tau. Saya baru tahu beberapa menit sebelum masuk bioskop karena teman saya kelimpunga di toko buku untuk nyari 2 kelanjutan bukunya. *kemaneaje. Menurut informasi yg saya dapat dari teman saya dan beberapa sumber yang bisa dipercaya, ternyata The hunger games adalah film adaptasi dari buku best seller karya Suzanne Collin yang terjual lebih dari 25 juta kopi diseluruh dunia. Satu pengakuan yang memalukan berikutnya, ketika sudah duduk di dalem bioskop, saya dengan polosnya nanya ke temen saya. Ini film apaan sih. Untung saja temen saya ngak ngusir saya dari bioskop *lebay.

Well, stop talking about me dan kebodohan saya soal film ini. Saya yang sama sekali tidak berekspektasi apa-apa untuk film ini merasa lumayan terhibur. The Hunger games sendiri bercerita tentang sebuah Negara yang bernama Pamen yang terdiri dari 12 Distrik dan berpusat di Capitol. Setiap tahunnya diadakan The Hunger games di mana pesertanya adalah remaja yang berumur 12 sampai 18 Tahun yang diwakili oleh 2(1perempuan dan 1 laki-laki) orang dari setiap Distrik. Yang nantinya ke 24 remaja ini akan di lepaskan ke hutan, dan mereka harus saling membunuh sehingga hanya akan tersisa satu pemenang. Permainan ini sendiri diadakan untuk menunjukan kekuasaan Capitol dan untuk memperingati hari pemberontakan yang dilakukan oleh distrik zaman dulu *kalongaksalah





Ceritanya berpusat pada seorang gadis bernama Katniss Everdeen seorang sukarelawan dari distrik 12 yang mengantikan adiknya untuk menjadi tribute (istilah untuk peserta) The hunger Games. Katniss sendiri adalah seorang remaja pemburu yang sangat sayang pada adiknya.


Katniss mempunyai sahabat yang menaruh hati padanya bernama Gale. Sayang, lelaki yang terpilih untuk menemani Katniss di permainan ini bukanlah Gale, melainkan seorang pria bernama Peeta Mellark.


Bersama Peeta, Katniss berjuang untuk tetap bisa bertahan hidup. Hubungan khususpun terjadi antara mereka. Ternyata Peeta memang menyukai katniss sebelum mereka berkenalan dan mengikuti permainan ini. Kedekatan mereka selama mengikuti permainan membuat mereka membangun hubungan special. Lalu Gale? Cinta segitiga lagi neh kayaknya.



Ovarall, film ini cukup menarik. Hanya saja, saya sedikit miris melihat pembunuhan frontal seperti itu. Bayangkan saja, remaja-remaja itu harus saling membunuh untuk bertahan hidup. Hello…. Terlepas dari itu, walaupun ide ceritanya menurut saya tidaklah luar biasa, karena sebelumnya juga ada Harry Potter dan Twilight, tetapi saya lebih menyukai film ini. Saya bahkan sempat meneteskan air mata saat Katniss menjadi sukarelawan mengantikan adiknya. Jadi ngak sabar untuk nonton sekuelnya. Paling ngak jadi niat deh baca bukunya. Hehehhe

Posted by nurani | at 08:41 | 1 comments

Vampire Suck





Saya uda lama banget ngak nonton film parodi. Kalo ngak salah, terakhir yang saya tonton itu, Epic Movie gitu ya? Ah, lupa, pokoknya banyak banget super heronya. Dan menurut saya itu ngak lucu. Tapi jangan salah, dulu waktu SMA saya suka banget film parodi, saya nonton Scary Movie dari satu sampai empat. Walopun tetep yang terbaiknya itu yang pertama sama yang kedua. Entah kenapa begitu vampire Suck muncul saya langsung pengen nonton. Pengen aja gitu liat gimana Bella sama Edward yang kisah cintanya super romantis itu (katanya) dibikin jadi komedi. Hehehe…. Dan,,,, hasilnya…
Ok, Seperti yang sudah saya singgung sedikit, Vampire Suck merupakan plesetan dari Twilight Saga. Ok, ceritanya sendiri berkisah tentang seorang gadis Becca Crane (Jenn Proske) yang baru pindah ke Sporks untuk tinggal bersama ayahnya. Becca pun harus pindah sekolah dan ia bertemu dengan Edward Sullen (Diedrich Brader) yang bisa ditebak adalah seorang vampire. Mereka berdua kemudian jatuh cinta satu sama lain. Tetapi, perbedaan membuat mereka tidak dapat bersatu, karena alas an untuk melindungi Becca, Edward akhirnya meninggalkan Becca. Disaat inilah Jacob White (Chris Riggi) yang tidak lain adalah manusia chi hua hua mulai dekat dengan Becca. Terjadilah cinta segitiga antara mereka. siapakah yang akan dipilih oleh Becca?







Ceritanya sendiri tidak melenceng jauh dari Twilight dan New Moon. Untuk saya pribadi, film ini cukup menghibur, mungkin karena saya sudah menonton Twilight dan New Moon jadi tahu kelucuannya, tapi untuk mereka yang belum nonton, mungkin akan sedikit tidak mengena. Saran saya, sebelum nonton film ini nonton dulu kedua film aslinya. Repot ya? Hehehe….

Posted by nurani | at 05:16 | 0 comments

KILLERS






Saya ngak tau kenapa saya pengen banget nonton film ini. Saya yang harus bangun pagi bela-belain begadang cuma buat nonton film yang di perankan Katherine Heigl dan Ashton Kucher ini. Film ini mungkin tidak seheboh Inception atau beberapa film yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang suka menonton, tapi untuk saya pribadi Killers sepertinya memiliki sesuatu yang berbeda yang bisa ditampilkan kepada penonton. Seperti biasa saya tidak membaca review apapun tentang film ini, saya ingin murni merasakan film ini tanpa terpengaruh oleh komentar apapun. Jujur, saya suka banget sama covernya, sangat menarik dan itu salah satu alasan kenapa saya ingin nonton. (alas an yang tidak bermutu. Hehehe)
Baiklah, Killer bercerita tentang seorang pembunuh bayaran bernama Spencer (Ashton Kucher) yang bertemu dengan wanita bernama Jen (Katherine Heigl), cukup Jen saja katanya, yang baru saja putus dari pacarnya akrena alas an di suka bermain aman dan tidak mau bungee jumping. What? Alasan yang sangat tidak masuk akal. Ok, Spencer yang tengah dalam tugas untuk membunuh seseorang kini telah jatuh cinta dan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Kemudian mereka menikah dan hidup bahagia selamanya… Ups… kalo kayak gini, ngapaen repot bikin film. Well, mereka kemudian menikah dan memiliki hidup yang nyaris sempurnah selama tiga tahun. Sampai akhirnya suatu saat Spencer mendapat telepon dari mantan bosnya dan semua menjadi malapetaka. Kini banyak pembunuh bayaran berada disekelilingnya dan bisa siapa saja.







Ok, seperti prediksi saya. Cover bisa menipu, bungkus yang bagus belum tentu makannya enak. Ternyata Katherine Heigl dan Ashton Kucher saja tidak cukup menyelamatkan film ini di mata saya. Semuanya menurut saya serba tidak match. Awal cerita, terbilang terlalu membosankan karena hampir tidak ada tragedi, semuanya terlihat terlampau sempurna, tiba-tiba saja adegan kejar-kejaran dan tembak-tembakan oleh begitu banyak orang. Siapa coba orang yang tidak terganggu dari yang tenag tiba-tiba jadi heboh dalam sekejap. Berikutnya, katanya, si Spencer itu pembunuh professional, tapi kok ketika dia harus menjaga istrinya dari ancama pembunuh sangat terkesan dia tidak ahli dan bahkan sangat lebay menurut saya.
Untuk saya pribadi film ini sangat flat, dalam artian tidak ada yang bisa membuat s terkesan dan terenyuh. Dari awal tidak ada gregetnya, segituan aja. Ok, Killers, you kill my mood.

Posted by nurani | at 22:37 | 0 comments

All About Steve






All About Steve, kenapa saya baru meriview, karena saya juga lupa saya punya film ini dan kalo ngak salah sudah menontonnya walau sebelum filmnya usai saya sudah tidur. Filmnya membosankan? Tidak, saya ketiduran karena saya mungkin sangat ngantuk waktu itu. Sipp… beberapa hari yang lalu, saya kembali menonton film ini.
Filmnya bercerita tentang seorang wanita cerdas Mary Horowitz (Sandra Bullock) yang bekerja sebagai pembuat TTS. Dia sangat cerdas dan suka mengoceh, hal ini tentunya berdampak negatif untuknya karena ia jadi susah bergaul karena orang-orang sering tidak mengerti dengan apa yang dia katakan. Disamping itu juga, hal ini membuat Marry susah mendapat pacar (saya ngak suka ngoceh, susah juga dapet pacar). Khawatir dengan hal itu, orang tua Marry mengatur kencan buta untuk Marry dengan lelaki bernama Steve. Males-malesan Marry menemui Steve karena ia mengira lelaki itu tidak tampan. Diluar dugaan, ternyata Steve(Bradley Cooper) sangat menarik dan cakep banget gitu loh! (labay), kemudian Marry mulai terobsesi dengannya, terlebih sekarang Marry telah dipecat dari pekerjaanya. Mulailah perjalanannya mengikuti Steve and all about Steve.







Alasan kenapa saya menunda nunda untuk menonton film ini karena film ini masuk Razzie tahun lalu. Jadi saya ngak terlalu niat nontonnya, nonton ya kalo ada waktu. Hehehe… Bebekal ekspektasi rendah terhadap film ini ternyata film ini cukup menghibur dan enjoyable kok. Oklah, Sandra Bullock disini memang mengesalkan dan terlalu lebay karena obsesinya sama Steve. Tapi kalo memang Marry harusnya seperti itu, dia berhasil memerankannya dengan baik, karena saya saja dibikinnya kesel banget. Dan ini sangat berbeda ketika ia memerankan tokoh editor yang galak dan tegas seperti di Film Proposal, ataupun memerankan ibu yang mengarahkan anaknya ketika di The Blind Side. Satu lagi, Bradley Cooper, selain cakep dan punya tampang yang cukup manis, saya suka sekali melihat dia kebingungan ketika harus menghindari Marry yang selalu ada di mana dia berada. Walalupun saya akui kemistri antara keduanya memang tidak terasa. Tapi kalo masalah penampilan, disini mereka cukup sukses. Sekali lagi entah karena saya yang tidak terlalu berharap tinggi pada film ini, atau memang filmnya yang lumayan, entahlah, yang jelas film ini tidak terlalu buruk untuk saya.

Posted by nurani | at 19:47 | 0 comments

Dear John



Masih inget the Hurt Locker dong, itu lo film yang disutradarai sama Kathryn Bigelow. Apa? Belum inget juga? Ok, film yang menang Oscar tahun lalu. Pasti pada inget. Gimana, uda inget dong. (lebay) Saya mau mengakui satu hal. Saya belum nonton film ini. Entah kenap saya emang ngak suka dan malas nonton film yang berlatar perang. Saya sendiri juga ngak tau kenapa saya bisa ngak suka sama film yang ada perang-perang gitu. Gara-gara itu juga saya ngak nonton Dear John, karena saya liat ada perang-perangnya gitu, padahal saya penasaran baget sama film yang mengeser posisi avatar di Box Office.
Tapi semalem, karena uda ngak ada lagi film yang bisa saya tonton, wez, jadi deh saya nonton Dear John. Awalnya sih cuma pengen biar ngantuk aja. Tapi ternyata film ini beda banget dari dugaan saya. Baiklah, film ini memang ada perangnya, tapi ngak lebih dari dua puluh persen, sisanya ya, drama romantis gitu. Berkisah tentang prajurit amerika yang sedang cuti John Tyree (Channing Tatum) bertemu Savannah Lynn Curtis (Amanda Seyfried) yang juga tengah berlibur untuk mengisi liburan kampusnya. Mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan dekat selama dua minggu, sebelum akhirnya John harus kembali bertugas dan Savannah kembali kuliah. LDR (Long Distance Relationship) memang ngak pernah mudah, begitu juga untuk pasangan ini. Keduanya kemudian saling berkomunikasi lewat surat. Saat John benar-benar sudah cinta mati pada Savannah, dia malah mendapat surat bahwa Savannah telah memiliki pria lain. Disaat inilah John benar-benar tak ingin kembali pulang, ia terus minta tugas dan tugas, sampai akhirnya ia harus dipulangkan karena ayahnya sakit. Akankah sakit hati John terbuka kembali karena kenangan dirinya bersama Savannah yang sangat banyak di kampung halamannya.






Banyak banget kritik tentang film ini yang saya baca, bahkan ada yang ngasih nilai D untuk film ini. Tapi untuk saya, film ini sangat menyentuh. Entah filmnya yang terlalu dramatis atau saya yang melankolis. Tapi apapun itu, film ini membuat saya menangis di beberapa scenenya hanya dengan kata-kata lewat surat-surat mereka. acting kedua pemeran utamanya lumayan. Chemistry antara Channing Tatum dan Amanda Seyfried dapet banget di film ini, saya suka banget cara mereka memangdang satu sama lain. Pokonya feelnya itu lo, pas.
Film ini seperti sebuah De Javu untuk saya. Saya seperti melihat diri saya dulu ketika melihat John selalu ingin perang dan bertugas. Ketika semester 3 saat kuliah, saya memilih untuk bekerja sambil kuliah, untuk menyibukan diri saya agar sebisa mungkin tidak bertemu dengan orang yang membuat saya sakit hati. Sebisa mungkin menjauh dari hal-hal yang mengingatkan saya pada orang itu. Sebisa mungkin tidak melakukan kegiatan yang biasa kami lakukan bersama. Intinya menjauh dan ingin membuang. Ternyata, seperti kata Savannah, waktu. Dan untuk saya pribadi, waktu adalah sesuatu yang sangat misterius dan ajaib. Tanpa kita sadari, sebenarnya waktu memberi telah berperan banyak dalam hidup setiap orang. Dalam hidup saya waktu adalah obat mujarab yang mampu menyembuhkan saya dari luka dalam itu.

Posted by nurani | at 02:07 | 2 comments

Valentine's Day




Valentine Day. Saya selalu berpikir apa bedanya valentine day dengan hari yang lainnya. Kenapa orang-orang selalu menghubungkan tanggal 14 Februari dengan sesuatu yang romantis, coklat, bunga, padahal kalo dipikir lagi, banyak kok orang yang ngak mau makan cokalt gara-gara takut gendut, jerawatan, atau ini itu. Jadi pas pacar kita ngaksih coklat itu tandanya dia mau bikin kita gendut dan jerawatan? Hehehehe…. Ya, sudah untuk pikiran absurd saya.
Sebenernya saya ingin sekali nonton film ini saat hari valentine, tapi toh saya ngak bisa karena emang filmnya ngak nongol dibioskop pas valentine. Setelah mendapat dvdnya, dan sempat mengalami masa diacuhkan secara tidak berprikedvdan, akhirnya saudara-saudara, saya menonton juga film yang katanya romantis bin romantic ini. Film ini menunjukan betapa sibuknya orang-orang di hari valentine, cerita dibuka dengan adegan romantis ketika si Reed Bennett (Ashton Kutcher) melamar kekasihnya Morley Clarkson (Jessica Alba), tetapi hubungan mereka harus berakhir karena Morley belum siap menikan. Julia Berlison (Jennifer Garner) yang mendapat hadiah pahit dari sang pacar yang ternyata telah menikah. Ada juga Kate Hazeltine (Julia Robbert) seorang serdadu yang sengaja cuti untuk merayakan hari valentine yang secara kebetulan juga bertemeu dengan Holden Bristow (Bradley Cooper) yang juga akan merayakan valentine dengan pasangan gay-nya.








Awalnya saya pikir film valentine’s day ini akan mampu menyaingi Love Actually, secara gitu ya, yang bintang-bintangnya beken-beken semua. Eniwe, Taylor Swift dan Taylor Lautner juga ikutan. Tetapi sama sekali jauh dari harapan saya. Setiap cerita dalam film ini sama sekali tidak dapet feelnya, serasa berlalu aja tanpa meninggalkan kesan apa-apa. Plat. Walaupun film ini tidak sepenuhnya membosankan, tapi secara keseluruhan, saya merasa ada sesuatu yang kurang. Satu scene dalam film ini yang saya suka ketika Julia pura-pura memjadi waiter di tempat pacarnya sedang makan malam bersama istrinya. Dia menjelaskan menu makanan dengan penuh amarah, tapi masih terkontrol. Saya lumayan ketawa di bagian ini.

Posted by nurani | at 23:17 | 0 comments

The Back Up Plan





Setiap manusia nampaknya perlu punya “the back up plan” karena ketika rencana awal tidak berjalan lancar, bisa pindah ke rencana cadangan. Hohoho…. Nampak gampang sekali, tapi tidak bagi Zoe (Jennifer Lopez). Karena tidak kunjung menemukan Mr. Right dan takut kesepian di usia tuanya, Zoe akhirnya menjalankan aksi inseminasi sperma. Sepulangnya dari rumah sakit, Zoe bertemu dengan Stan (Alex O'Loughlin) di dalam taxi secara tidak sengaja. Zoe sangat kesal pada Stan karena dianggap merebut taxi yang dia panggil. Percekcokan kecil terjadi antara mereka, tetapi setelahnya Stan terus saja mengikuti Zoe.
Pertemuan mereka yang kedua terjadi saat Zoe pergi ke pasar tempat Stan membuka stand disana. Hubungan mereka membaik setelah Stan tiba-tiba datang ke Pet shop milik Zoe dan mengajaknya makan di luar. Ketika hubungan mereka mulai terjalin baik, ternyata inseminasi sperma yang dilakukan oleh Zoe berhasil. Dia hamil. Zoe sempat ragu untuk memberitahukan keadaannya pada Stan. Tapi, meski sempat menuduhnya pembohong, Stan yang terlanjur cinta pada Zoe menerima kehamilannya. Ini bukan akhir, karena konflik yang sesungguhnya baru akan dimulai, masalah demi masalah muncul seiring dengan perut Zoe yang mulai membesar. Akankah Zoe dan Stan sanggup bertahan? Hehehehe…… jangan jadi spoiler….










Tidak ada yang harus dikomentari soal acting. J-Lo, cukup pintar membuat karakter si Zoe yang sedikit egois. Alex O'Loughlin juga tidak terlalu buruk, perannya sebagai orang yang selalu mengalah dan sedikit tertekan cukup dapet. Mungkin pengaruh wajahnya yang emang tipe lugu. Ya, seperti yang sering saya katakan, komedi romantis jatuhnya ya segitu-segitu aja sih. Ini Cuma pendapat saya pribadi lo.
Jujur, saya sangat minikmati film arahan sutradara Alan Poul ini. Ceritanya simple dan padat banget. Ngak kerasa aja uda habis filmnya. Ide cerita yang segar dan dialog yang ringan membuat film ini mengalir dengan adegan-adegan yang cukup lucu membuat saya cekikikan sendiri.
Eniwe, kagum banget sama karakter Stan, cintanya sama Zoe tulus banget. Mampu menerima Zoe dengan segala kekurangan dan kelebihannya, termasuk anak yang bukan anaknya. Terkadang cinta memang seperti itu kan? Membutakan, tapi orang-orang semacam Stan sekarang emang susah banget dicari. Film ini membuktikan seberapapun tidak sempurnanya seseorang, ketika cinta terselip maka itu akan menjadi sempurna bahkan lebih.

Posted by nurani | at 05:27 | 0 comments

The Bounty Hunter




The Bounty Hunter. Saya berusaha tidak membaca review film ini. Karena saya takut akan terpengaruh dan menjudge film dengan kata jelek, ah, baiklah, kurang bagus saja. Jadi, waktu nonton, saya benar-benar bersih dari asumsi ini dan itu.
Filmnya dibuka dengan scene yang cukup lucu, seorang wanita yang disekap dalam mobil kemudian mampu memperdaya penyekapnya. Dan setelah itu, diperkenalkan bahwa mereka adalah mantan suami istri. (Jeng Jeng Jeng sumpah Kaget) Kemudian temans akan dibawa melihat kenapa kejadian itu bisa terjadi, singkatnya, di flash backlah. Wez… baru segitu saja saya suda exited banget sama film ini. Lanjut, kita benar-benar dijelaskan kenapa Nicole (Jennifer Aniston) diburu oleh mantan suaminya Milo(Gerard Butler). Ternyata Nicole tengah melakukan investigasi sebuah kasus yang rumit sehingga dia tidak bisa menghadiri panggilan kepolisian. Dianggap mangkir dari panggilan, kemudian diutuslah Milo untuk menangkapnya dengan imbalan yang cukup besar. Karena sebelumnya merupakan suami istri, jadi tidaklah susah bagi Milo untuk menemukan dimana mantan istrinya berada. Tidak kalah cerdik, Nicol pun berkali-kali mampu melarikan diri dari Milo. Kejadian-kejadian yang mereka alami membuat benih-benih cinta keduanya muncul kembali.





Ok, jujur saja, satu-satunya yang membuat saya memnonton film ini karena pemeran utamanya beken-beken. Saya suka sekali Jennifer Aniston. Beberapa filmnya sudah saya tonton, tapi kok saya masih lebih suka dia di serial Friends ya. Dan pemeran cowok, sempat membuat saya terpukau di PS.I Love You, dan saya masukan sebagai 10 film teromantis yang pernah saya tonton.. Tapi disini, biasa aja. Mau explore seperti apa juga, film komedi romantis semacam kan ini uda ketebak dari awal. Ngak usah terlalu berharap banyak. kejutan diawal itu ternyata klimaks film ini, karena hanya pada bagian pembuaka itu, filmnya terasa berbeda untuk saya. hehehehe.....
Menikmati? Saya rasa saya belum bisa menikmati film ini seperti komedi romantis lainnya. Kurang gregetlah. Terlalu banyak kejanggalan yang saya lihat. Bounty Hunter? Kenapa dia yang mengejar si Nicole? Bukankah itu tugas polisi. Hohoho…. Wislah… buat temans, yang pengen nonton, nonton aja deh. Mungkin kita punya penilaian yang beda. Ok. .

Posted by nurani | at 05:12 | 0 comments

WHEN IN ROME




Sepertinya film ini sangat cocok untuk temans yang tidak suka film-film berat. When In Rome, berkisah tentang seorang wanita yang tengah sibuk meniti karir dan enggan menjalin hubungan setelah putus dengan pacarnya. Beth (Kristen Bell) lebih memilih menfokoskan hidupnya pada karirnya yang mulai bersinar. Sampai suatu saat hidupnya berubah. Ketika dia menghadiri pesta pernikahan adiknya di Itali. Disana dia bertemu dengan seorang pria bernama Nick (Josh Duhamel) .
Nick, seorang lelaki yang membuatnya cukup tekesan. Nick membantu Beth menerjemahkan bahasanya kedalam bahasa Italy, mengajaknya berdansa, ngobrol. Tetapi semuanya berubah ketika Beth melihatnya bersama seorang wanita bergaun merah. Beth kecewa dengan itu. Dia meninggalkan pesta adiknya dengan membawa sebotol minuman dan mengumpat di Sebuah Pancuran, semacam pancuran cinta, tempat kita memohon untuk mendapatkan jodoh. (kayaknya saya musti ke sana deh. Hohohoho). Beth mulai mengumpat dan mengambil 5 koin yang ada di kolam. Secara misterius, setelah itu ada empat lelaki yang mengejarnya. Kehidupan Beth mulai berubah, dia mulai tidak mampu menghadapi ke empat pria yang mengejarnya. Untung saja Nick yang jatuh hati padanya selalu membantu Beth menghadapi keempat lelaki aneh itu.
Usut-punya usut, ternyata mereka adalah lelaki pemilik-pemilik koin itu, dan mereka tengah dalam pengaruh sihir cinta. Ada satu cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan sihir itu, yaitu dengan mengembalikan semua koin itu ke pancuran itu atau ke pemilik aslinya. Tapi ada dilema dalam dirinya, karena belakangan juga ia tahu bahwa salah satu pemilik koin itu adalah Nick. Cukup sampai disini ceritanya, karena kalau dilanjutkan, saya akan menjadi seorang spoiler.









Satu yang saya suka dari film semacam ini adalah, karena saya tidak perlu terlalu cemas, dan gregetan. Konflik ringan tapi cukup seru. Santai tapi menghibur. Tontonan keluarga banget deh. Hehehehe….. ngak perlu takut ngak ngerti atau ngak terhibur, film ini cukup membuat kita bersemangat untuk menemukan seseorang yang kita sebut cinta sejati. Dan buat temans yang belum punya pacar alias jomblo… keep trying guys….. hahahaha…. Weird Ps. Ok….. enjoy it.

Posted by nurani | at 06:35 | 0 comments

Adam



         Well, beberapa hari yang lalu saya beli dvd, rencanya pengen beli film animasi, tapi karena ngak ada, beli dvdnya jadi ngacak. Drama, komedi, sampai horror. Komplit deh. Adam salah satunya. Film yang sama sekali ngak pernah saja dengar, ngak pernah tau ini film macam apa. Yang penting gambarnya bagus pas dicoba, selebihnya factor lucky aja. Hehehe. Seperti kata pepatah, malang tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih. Bener ngak sih gini? Pokoknya gitulah. hehehe
        Film ini bercerita tentang seorang lelaki bernama Adam yang baru saja ditinggal mati oleh ayahnya. Adam menderita Asperger syndrome , penyakit perkembangan, semacam autis fungsi tinggi, yang memperngruhi interaksi sosial. Masih berhubungan dengan penyakit ini, penderitanya cenderung melakukan hal-hal sama setiap harinya secara monoton. Begitu pula penggambaran Adam di film ini. Dia bahkan sampai kehabisan baju bersih di lemarinya karena menurut prediksi saya, dulu mungkin ayahnya yang biasa mencuci baju untuknya. Jadi ketika ayahnya meninggal Adam jadi kelimpungan. Hingga suatu saat, ketika ia akan mencuci bajunya yang sudah benar-benar kotor semua, tak disangka ia bertemu dengan Beth Buchwald, wanita yang baru pindah ke apartemen tempat Adam tinggal.
       Di dunia ini memang tidak ada hal yang terjadi karena kebetulan, pasti juga bukan kebetulan kenapa Beth bertemu dengan Adam. Beth sangat membantu Adam di masa-masa sulitnya. Adam dipecat dari pekerjaannya, dan mengalamai masalah keuangan dan disarankan pindah oleh pengacara ayahnya, pokoknya ia benar-benar terpuruk. Ia berusaha mencari pekerjaan dengan mengirim lamaran ke beberapa tempat agar tetap bertahan di apartemenya. Mengetahui Adam mempunyai penyakit ini, Beth membantu Adam untuk berinteraksi dengan orang dan membantunya menghadapi wawancara di sebuah tempat penelitian dan mesin untuk komunikasi luar angkasa. Karena Beth tahu Adam sangat tertarik dan menyukai hal-hal yangberbau luar angkasa. Ok, satu hal kelebihan orang-orang dengan penyakit ini adalah dia sangat cerdas dan memiliki ketertaikan akan bidang tertentu serta sangat menguasainya dengan baik. Kedekatan antara keduanya mulai terjalin. Disinilah benih-benih cinta keduanya tumbuh.




        Saya suka banget sama acting Hugh Dancy yang memerankan lelaki dengan asperger, selain ganteng tentunya, hehehe.  saya juga suka banget sama karakter Beth, sifatnya yang tegas dan berpendirian. tetapi tetap sabar ketika membantu Adam.Walaupun film ini memang tidak luar biasa, tapi saya suka tema ceritanya. Pesan moralnya, mungkin karena saya ngak bermoral kali ya? Uhuk… tapi serius, film ini memberikan sebuah harapan pada orang-orang yang mungkin ada di posisi Adam. Dan ternyata dukungan sangat membantu. So, buat orang-orang yang merasa normal, hentikan mencibir.
Properties :
Director : Max Mayer
Casts : Hugh Dancy as Adam
           Rose Byrne as Beth Buchwald

Posted by nurani | at 00:54 | 0 comments

An Education




Sometimes an education isn’t always by the book.
Petikan kalimat itu yang membuat saya ingin menonton film ini. Sejujurnya saya tidak terlalu suka dengan film semacam ini. Film yang saya suka biasanya comedy romantic. Tapi karena kalimat itu, saya akhirnya beli DVDnya deh. Tapi pas nonton, wuih-wuih, lumayan juga. Walau sempat ketiduran, tapi pada akhirnya saya selesai juga nonton film ini. Dan saya ngulang dari awal lo nontonnya. Filmnya ternyata di luar dugaan saya. Ngalir aja gitu. Eh tau-tau uda selesai aja.
Setelah menonton film ini, hal pertama yang muncul di kepala saya adalah berani. Jujur saja, tema film ini menurut saya biasa saja. Dan tidak banyak yang berani memifilmkannya. Walaupun begitu, pengemasan ceritanya lumayan mak nyus . berkisah tentang gadis SMA bernama Jenny, seorang pelajar pintar yang masih awam dengan pergaulan, karena ayahnya memang melarangnya untuk itu. Akhirnya datanglah David, lelaki yang membawa warna berbeda dalam hidupnya. Namun, dipuncak kebahagiaannya itu, Jenny menemukan fakat yang menyakinkan tentang David. Sering kali sesuatu tidak terjadi sesuai dengan keinginan kita, sekalipun terlihat begitu indah, bukan tidak mungkin dibalik itu masih tersimpan sesuatu yang tak terduga, dan akan menjadi pembelajaran dalam hidup kita. Mungkin pilihan kita tidak selamanya benar, tapi ketika kita sadar itu salah, segeralah perbaiki

Posted by nurani | at 03:31 | 1 comments

10 film romantis versi "Burung" Nury

Well, well, dan well………………
Ngak nyangka uda mau tanggal 14 february aja. It’s mean Valentine guys. Dan seneng banget valentine taon ini saya ngak akan kesepian. Hohoho *pamerpunyapacar* stop talking about me. Yeah, buat temen-temen yang belum punya acara pas Valentine nanti, kayaknya nonton film di rumah sambil nyemil sama pacar juga ngak buruk-buruk amat kok! Ok, biar ngak panjang lebar, saya mau ngasih 10 film teromantis that I had watched dan ini versi saya lo,,,,. Chekedot yo!

Posted by nurani | at 00:41 | 0 comments

500 Days of Summer





This is not a love story. This is a story about love.
Boy meets girl
Boy falls in love
Girl doesn’t
Jiah………. Akhirnya teman-teman, saya menonton juga film yang sudah sangat lama saya inginkan. This is it, 500 Days of Summer. Pertama sih saya pikir film ini tentang cewek cowok yang pacaran, trus ditengah-tengah hubungan mereka muncul masalah tapi berakhir dengan ending yang bahagia. Ternyata saya salah total. Di awal filmpun sudah tertulis ini bukan cerita cinta. Well, film ini berkisah tentang seorang pria bernama Tom (Joseph Gordon-Levit), yang sangat mencintai wanita bernama Summer (Zooey Deschanel). Walau tidak pacaran tapi mereka menjalin hubungan romantic seperti sebuah pasangan. Ketika Tom mulai serius, sayangnya Summer tidak pernah ingin menjalin hubungan serius dengan Tom. Dan ketika Tom menyadari itu, dia sudah terlambat karena dia terlalu mincintai Summer. Dan Tom benar-benar hancur.
Ada banyak hal yang membuat saya begitu mencintai film ini. Satu, ceritanya yang sangat realistis. Sama sekali tidak muluk-muluk. Dua, plot dan penyajian ceritanya yang sangat tidak biasa. Dan mungkin perlu kalian semua ketahui, saya akan sangat minikmati film yang mempunya plot yang unik. Seperti Internal Sunshine gitulah. Film ini juga mampu membuat saya tidak berkedip *lebay* Hoho…. Tiga, pemeran utamanya cakep dan cantik, kesannya serasi aja. Hehehe. pokoknya film ini salah satu film favorit saya deh

Posted by nurani | at 23:31 | 0 comments

New Moon


Ditengah-tengah kapenatan yang melanda dan merpa jiwa dan ragaku (Lebay) akhirnya kemaren disempetin deh nonton pelem yang lagi booming, dan ditonton sampai antrean galerinya melewati pintu masuk. OMG. Kalo kayak gini, expektasi aku jadi semakin meningkat. Udah aja aku sama temen-temen antre dari jam 9 pagi dan baru dapet tiket sekitar jam 11 siang. Gile kan?
Tapi kegilaan malah semakin memuncak ketika keluar dari nonton. Film apa ini. Ternyata ganti sutradara juga ngak mampu bikin aku suka sama film ini. Aku malah ngerasa twilight lebih bagus dari new moon. Ok, beberapa blogger yang ngulas film ini bilang kalo filmnya lumayan. Yup… emang lumayan, lumayan bikin aku ngantuk. Sama sekali ngak ada yang special dari film ini. Kemunculan pertama Edwar bikin penonton histeris. Kenapa? Saya sema sekali ngak ngerti. Cakep kagak, aneh iya. Make up tebel, listic kemerahan, pokoknnya sama sekali ngak mecing deh. Ok, aku akui film ini memang dibikin lebih romantic dari film pertamanya, twilight, tapi aku tetap merasa cinta bella dan Edward sangat tidak dalem. Buktinya, Bella sangat terilihat egois dan sempat tergoda oleh jacob ketika Edwar memutuskan untuk meninggalkan dia. Selain itu, film ini juga terkesan aneh, karena bagian yang harusnya cepet dibikin slow motion. Dan ini banyak banget. Bosen. Dari kesekian scene-nya, yang paling aku suka adalah kemunculan Dakota Fanning. Asli nie cewek keren abis. Yang kedua adalah ketika aku sadar manusia yang paling “cool” dalam film ini adalah Jacob setelah potong rambut. Hehehe. Ok, let’s see for the next twilight. Hopefully better.

Posted by nurani | at 00:16 | 0 comments