Selingkuh itu ......

Well, uda pada denger lagunya The Changcuter belum? Kalo ngak salah judulnya Main Serong. Hehehe…. Emang mereka pada kreatif ya? Jujur, awalnya aku ngak terlalu suka. Tapi pas didenger dan didenger lagi, tambah keren aja.
Main Serong. Selingkuh. Kata yang sering banget dan uda biasa kita denger. Sebenarnya apa ya penyebab orang selingkuh? Apa mereka uda ngak sayang lagi sama pasangannya? Atau seperti kata The Changcuter. Selingkuh hanya hiburan?. Dulu, temenku pernah bilang,
Temenku : ada cowok yang biasa membagi tubuhnya untuk banyak wanita, tetapi hatinya tetap milik satu orang.
Aku : Ok! aku kasi pilihan . Diselingkuhi fisik atau diselingkuhi hati? Atau dengan kata laen, pacarmu ngak selingkuh secara fisik, ngak pacaran sam orang lain, tapi dia mencitai orang lain. Tau dia pacaran sama orang yang dia ngak suka karena sesuatu hal?
Temenku : (diem)……
Kayak makan buah simalakama. Jadi bingung! Hehehe…. Sebenarnya aku juga ngak bisa jawab. Kalau boleh, aku ngak mau milih dua-duanya. Mending milih jalur aman. Hehehe….. karena selingkuh itu ngak pernah membawa bahagia. Ceile…..uda kayak lagu aja. Sekarang coba bayangin kalau kita yang ada di posisi diselingkuhi. Pasti sakit banget kan rasanya? Pernah denger kata pepatah kalau tidak ingin disakiti jangan menyakiti. Dan sepertinya, hanya ini acuan untuk tidak selingkuh. jangan selingkuh kalau ngak ingin diselingkuhi
Ketidaktahuanmu tidak akan menyakitimu. Jadi boleh selingkuh asal ngak ada yang tahu. Ini bukan pembenaran untuk selingkuh. karena sekalipun tidak ada yang tahu kalau kita selingkuh, masih ada Tuhan. Karena apapun yang kita lakukan, Beliau tidak pernah tidak tahu. Seperti kata Tolstoy “Tuhan Tahu Tapi Menunggu” Karena Tuhan tahu dan hanya perlu menunggu kapan saat yang tepat untuk memberi balasan. Saya dapat kata ini dari buku Edensornya Andrea Hirata. Sepetinya Cuma ini aja yang bisa bikin kita takut buat melakukan hal itu.
Sebuah rasa terdalam di hatiku. Walau sempat terlintas, tapi kuabaikan. “ Maaf”

Posted by nurani | at 20:07 | 1 comments

Sebuah punggung



Ngak enak banget pembukaan cerita kali ini. Tapi jujur deh, sekarang udah hampir jam 2 pagi. Dan aku dengan suskses belum tidur. Lagi nonton tv sambil ngetik. Eh, yang bener ngetik sambil nonton tv. Tapi apa bedanya? Pokonya beda. Jangan bahas lagi.*egois* hehehe…..
Insomnia is never ending problem buatku. Sering banget ngak bisa tidur. Padahal mata sudah sepet, tapi tidur ngak bisa nyenyak. Btw, kalo sarannya yang ngitung domba, basi banget. Sama sekali ngak mempan sama aku. It doesn’t work.  Dari tadi pas jam 11 nyoba tidur,uda lewat kali 50 lebih domba. Tapi sama sekali ngak bekerja. BT. Pilihan terakhir, nyalain Laptop dan nginget-nginget lagi kejadian yang uda lewat.
Tapi kenapa malah yang sekarang yang ada dipikirinku adalah seseorang dari masa lalu yang sangat ingin aku hapus. Yang sangat ingin aku lupakan. Yang sangat ingin aku hempas. Yang sangat ingin aku kubur. Tapi kenapa susah banget. Setiap aku sudah mulai hampir bisa melupakannya. Selalu saja ada kenangan yang bikin aku inget sama apa yang sudah kita lalui.
                Disaat seperti ini, kayaknya pikiran tenang banget. Hanya ada aku, diriku, dan pikiranku. Bener-bener waktu untuk diri sendiri. Memikirkan apa yang mungkin terbaik buatku. Dan apakah keputusan yang sudah aku ambil adalah yang paling tepat. Tapi entahlah. Semuanya hanya menjadi angan yang terbungkus seandainya. Jika. Kalau. Dan kata pengandaian yang lainya.
                Bagaimana kita kalau dulu aku memutuskan untuk bersamamu. Bagaimana jika aku tidak bertemu denganmu? Jadikah aku seperti aku yang sekarang? Entahlah? Ngak ada yang tahu.
                Seperti kata Harun Yahya, tak ada hal sekecil apapun yang terjadi karena kebetulan. Mungkin ada maksudnya kenapa Tuhan mengirimmu untukku. Mungkin untuk membentukku menjadi seseorang seperti ini. Menjadi orang yang jauh lebih siap menghadapi dunia, memberi pemahaman tentang hal-hal yang asing. Membuatku merasa berarti dan dihargai. Membuatku mengerti bahwa hidupku ternyata bukan hanya milikku. yang terpenting,  orang yang juga telah membalas cintaku. Cinta……..? apa sih? Cinta aja ngak bisa aku deskripsikan, sok tau lagi ngomongin cinta. Tapi jujur. Mendeskripsikan cinta dan perasaan itu susah banget memang. Tapi mendeskripsikan kamu jauh lebih sulit. Seperti sebuah puzzle yang sangat sulit untuk dirangkai. Ketika aku merasa sudah  mengenalmu. Sekejap berikutnya aku sadar ternyata aku sama sekali tidak tahu apapun tentang kamu. Tapi biarlah…. Biarlah aku tetap ada dibelakangmu. Menatap punggungmu, mungkin kamu tidak pernah tau kan, kenapa aku suka berjalan dibelakangmu, punggung lebar dan gagah itu membuatku nyaman dan aman maka itu yang paling aku suka dari kamu. Dan sekarang akupun tetap begitu. Memiliki perasaan yang sangat sulit aku tuangkan dalam kata, dan semakin sulit ketika ada dibelakangmu. Sembunyi , seperti hatiku yang bersembunyi dibalik semua aku tanpa kamu pernah tahu kalau aku masih  merindukan punggung itu.

Posted by nurani | at 19:32 | 0 comments

It’s Complicated


CLBK atau cinta lama bersemi kembali sering banget kita dengar. Mungkin ini akan menjadi sangat biasa kalo itu terjadi sama mereka yang masih pacaran. Kebayang ngak kalo yang berada di posisi ini adalah dua orang berumur, mantan suami istri dan salah satu dari mereka telah menikah. Pasti it’s complicated dong. Itulah yang terjadi pada Jane ( Meryl Streep) dan Jake (Alec Baldwin) . Mereka berdua adalah mantan suami istri yang bertemu kembali saat kelulusan anaknya. Disinilah benih-benih cinta diantara keduanya muncul kembali saat Jane dan Jake menghabiskan malam bersama dan sejak malam itu mereka memutuskan untuk berselingkuh dibelakang istri mantan suaminya. Semuanya berjalan mulus-mulus saja hingga suatu saat, Jane

Posted by nurani | at 00:36 | 1 comments

Menembus Impian


Semua orang pasti punya mimpi. Dan sudah seharusnya kita mengejar mimpi-mimpi itu. Mungkin ini pesan yang ingin disampaikan oleh film Menembus Impian, arahan sutradara Hanung Bramantyo. Berkisah tentang seorang mahasiswi tingkat akhir  bernama Nur Kemala Jati (Acha Septriasa) yang hidup di bersama ibunya, Sekar (Ayu Diah Pasha) seorang buruh cuci. Nur sangat kasihan melihat ibunya banting tulang untuk membiayai kuliahnya. Bebannya semakin bertambah ketika biaya kuliah naik dan uang yang diberikan oleh ibunya tak lagi cukup dan dia tidak tega untuk meminta uang kepada ibunya. Disaat sulit seperti ini, tanpa sengaja Nur bertemu dengan Dian (Fedi Nuril) seorang mahasiswa yang menggeluti bisnis MLM. Mendengar pernyataan Nur di sebuah warung yang ingin mencari kerja, Dian mencoba memprospek Nur. Tapi dengan tegas Nur menolak. Karena putus asa, akhirnya Nur menerima tawaran Dian, dengan menggunakan uang kuliah dari ibunya sebagai modal. Ditengah-tengah usahanya, Nur malah tertimpa musibah. Ibunya masuk rumah sakit dan dia harus bekerja ekstra dengan menjadi pelayan di bar. Disaat sulit itu pula, orang-orang malah menjauhi Nur karena mereka malas diprospek.

Posted by nurani | at 00:14 | 0 comments

Adam



         Well, beberapa hari yang lalu saya beli dvd, rencanya pengen beli film animasi, tapi karena ngak ada, beli dvdnya jadi ngacak. Drama, komedi, sampai horror. Komplit deh. Adam salah satunya. Film yang sama sekali ngak pernah saja dengar, ngak pernah tau ini film macam apa. Yang penting gambarnya bagus pas dicoba, selebihnya factor lucky aja. Hehehe. Seperti kata pepatah, malang tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih. Bener ngak sih gini? Pokoknya gitulah. hehehe
        Film ini bercerita tentang seorang lelaki bernama Adam yang baru saja ditinggal mati oleh ayahnya. Adam menderita Asperger syndrome , penyakit perkembangan, semacam autis fungsi tinggi, yang memperngruhi interaksi sosial. Masih berhubungan dengan penyakit ini, penderitanya cenderung melakukan hal-hal sama setiap harinya secara monoton. Begitu pula penggambaran Adam di film ini. Dia bahkan sampai kehabisan baju bersih di lemarinya karena menurut prediksi saya, dulu mungkin ayahnya yang biasa mencuci baju untuknya. Jadi ketika ayahnya meninggal Adam jadi kelimpungan. Hingga suatu saat, ketika ia akan mencuci bajunya yang sudah benar-benar kotor semua, tak disangka ia bertemu dengan Beth Buchwald, wanita yang baru pindah ke apartemen tempat Adam tinggal.
       Di dunia ini memang tidak ada hal yang terjadi karena kebetulan, pasti juga bukan kebetulan kenapa Beth bertemu dengan Adam. Beth sangat membantu Adam di masa-masa sulitnya. Adam dipecat dari pekerjaannya, dan mengalamai masalah keuangan dan disarankan pindah oleh pengacara ayahnya, pokoknya ia benar-benar terpuruk. Ia berusaha mencari pekerjaan dengan mengirim lamaran ke beberapa tempat agar tetap bertahan di apartemenya. Mengetahui Adam mempunyai penyakit ini, Beth membantu Adam untuk berinteraksi dengan orang dan membantunya menghadapi wawancara di sebuah tempat penelitian dan mesin untuk komunikasi luar angkasa. Karena Beth tahu Adam sangat tertarik dan menyukai hal-hal yangberbau luar angkasa. Ok, satu hal kelebihan orang-orang dengan penyakit ini adalah dia sangat cerdas dan memiliki ketertaikan akan bidang tertentu serta sangat menguasainya dengan baik. Kedekatan antara keduanya mulai terjalin. Disinilah benih-benih cinta keduanya tumbuh.




        Saya suka banget sama acting Hugh Dancy yang memerankan lelaki dengan asperger, selain ganteng tentunya, hehehe.  saya juga suka banget sama karakter Beth, sifatnya yang tegas dan berpendirian. tetapi tetap sabar ketika membantu Adam.Walaupun film ini memang tidak luar biasa, tapi saya suka tema ceritanya. Pesan moralnya, mungkin karena saya ngak bermoral kali ya? Uhuk… tapi serius, film ini memberikan sebuah harapan pada orang-orang yang mungkin ada di posisi Adam. Dan ternyata dukungan sangat membantu. So, buat orang-orang yang merasa normal, hentikan mencibir.
Properties :
Director : Max Mayer
Casts : Hugh Dancy as Adam
           Rose Byrne as Beth Buchwald

Posted by nurani | at 00:54 | 0 comments

Top 5 of Jim Carrey ala "burung" Nury




Hai,,,,,, apa kabar temans? Hopefully you’re right gezz….. masih dalam suasana valentine, dan bagaimana dengan valentine kalian? mudah-mudahan fun ya! Ngak Cuma mengabiskan waktu di rumah sendiri, nonton Just My Luck di Global Tv, Trus lanjut ke Kung Fu Dunk dan Lyric and Music di Trans Tv. *ketauanbangetitugw* hehehe…. Sory sedikit curhat!
Kalo misalnya ada yang nanya? Who is your favorite actor? Dengan lantang saya akan menjawab “Jim Carrey”. Kenapa? Kenapa saya suka lelaki itu? Karena, karena dia saya suka nonton. Saya rela begadang demi filmnya yang diputer tengah malam di RCTI. Dan saya hampir membuat mas-mas rental film nyaris gila karena nyariin film Jim Carrey. Hehehe…. It sounds like ngerepotin kayak jadi hobi.
Yang paling membuat saya kagum adalah mulutnya yang doer dan mensong kanan kiri, lucu aja gitu. Ditambah lagi body language yang terkesan kayak orang autis. Unbelievable . Awalnya, saya pikir dia ahli film komedi. Jagonya ngelucu. Empunya bikin ketawa. Selama beberapa tahun begitulah penilaian saya terhadap dia. Sampai akhirnya saya menemukan dia dalam wujud berbeda di Eternal Sunshine and the Spotless Minds, dan The Truman Show. Jadi speechless, serta membuat saya tambah cinta mampus sama Jim Carrey.
Because of that, inilah lima film terbaik Jim Carrey versi “burung” Nury. Cekedot!!!!!!!!!!!!!!!!!


Posted by nurani | at 04:00 | 1 comments


Kalo diitung-utung, udah lebih dari empat kali saya menonton film ini. Mungkin, untuk beberapa orang, film seperti ini dibilang kacangan, ngak mutu, ngak menarik, dan ngak-ngak yang lain. Buat saya film ini bagus kok. Bagus banget malahan. Saya bukan tipikal orang yang suka dengan sesuatu yang berat, saya menonton film, untuk fun. Melepaskan kekesalan saya, membuang penat saya, melepaskan beban saya. Makanya, saya lebih suka film-film remaja ato yang ringan-ringan, dan bisa bikin saya semangat buat jalanin hidup saya yang cukup berat. Saya hanya penikmat, bukan pengamat. Saya Cuma ingin berbagai kepada teman-teman yang juga mungkin suka menonton film. Ya, saya seorang cewek yang sangat malas berfikir tentang esensi, moral, dan bla,bla,bla….. *kok jadi curhat*

Balik lagi ke film ini. Ceritanya ringan banget, berkisah tentang seorang cewek bernama Rebeca Bloowood, seorang wartawan yang hobi belanja. Suatu hari, dia mendapati tagihan kartu kreditnya membengkak, dan majalah tempatnya bekerja bangkrut. Dililit hutang, dan dikejar-kejar depkoletor, itulah gambaran hidupnya. Dia mencari pekerjaan di majalah Allete, tapi sepertinya dia tidak ada kesempatan, lalu seorang receptionist memberitahunya bahwa juga ada wawancara di majalah ekonomi, Succesfull Saving. Pada awalnya dia ditolak. Tetapi berkat surat kaleng yang tertukar, akhirnya dia mendapat pekerjaan di successful saving yang dipimpin oleh . Seperti kata pepatah jawa, witing tresno jalaran soko kulino, yang artinya, cinta tumbuh karena terbiasa. (Yae,,,,saya bisa nemuin hubungan film amerika sama pepatah jawa. Wah, hebatnya aku… prestisius nie.) Hehehe. Dalam karirnya yang semakin meningkat, Rebeca harus mati-matian meghindar dari rentenir yang meminta tagihan kartu kredit. Hingga pada suatu saat dia tidak bisa menghindar, dan publikpun mengetahui masalahnya.

Film ini berakhir bahagia, jadi jangan khawatir. Kita memang sesaat dibuat cukup tegang. Entah kenapa, meski sudah tahu endingnya pasti bahagia, saya tetap saja deg-degan pas klimaknya. Hehehe. Film ini pas banget untuk tontonan santai.

Properties

Director : P. J Hogan

Cast : Isla Fisher, Hugh Dancy



Posted by nurani | at 02:42 | 0 comments