The Bounty Hunter. Saya berusaha tidak membaca review film ini. Karena saya takut akan terpengaruh dan menjudge film dengan kata jelek, ah, baiklah, kurang bagus saja. Jadi, waktu nonton, saya benar-benar bersih dari asumsi ini dan itu. Filmnya dibuka dengan scene yang cukup lucu, seorang wanita yang disekap dalam mobil kemudian mampu memperdaya penyekapnya. Dan setelah itu, diperkenalkan bahwa mereka adalah mantan suami istri. (Jeng Jeng Jeng sumpah Kaget) Kemudian temans akan dibawa melihat kenapa kejadian itu bisa terjadi, singkatnya, di flash backlah. Wez… baru segitu saja saya suda exited banget sama film ini. Lanjut, kita benar-benar dijelaskan kenapa Nicole (Jennifer Aniston) diburu oleh mantan suaminya Milo(Gerard Butler). Ternyata Nicole tengah melakukan investigasi sebuah kasus yang rumit sehingga dia tidak bisa menghadiri panggilan kepolisian. Dianggap mangkir dari panggilan, kemudian diutuslah Milo untuk menangkapnya dengan imbalan yang cukup besar. Karena sebelumnya merupakan suami istri, jadi tidaklah susah bagi Milo untuk menemukan dimana mantan istrinya berada. Tidak kalah cerdik, Nicol pun berkali-kali mampu melarikan diri dari Milo. Kejadian-kejadian yang mereka alami membuat benih-benih cinta keduanya muncul kembali.
Ok, jujur saja, satu-satunya yang membuat saya memnonton film ini karena pemeran utamanya beken-beken. Saya suka sekali Jennifer Aniston. Beberapa filmnya sudah saya tonton, tapi kok saya masih lebih suka dia di serial Friends ya. Dan pemeran cowok, sempat membuat saya terpukau di PS.I Love You, dan saya masukan sebagai 10 film teromantis yang pernah saya tonton.. Tapi disini, biasa aja. Mau explore seperti apa juga, film komedi romantis semacam kan ini uda ketebak dari awal. Ngak usah terlalu berharap banyak. kejutan diawal itu ternyata klimaks film ini, karena hanya pada bagian pembuaka itu, filmnya terasa berbeda untuk saya. hehehehe..... Menikmati? Saya rasa saya belum bisa menikmati film ini seperti komedi romantis lainnya. Kurang gregetlah. Terlalu banyak kejanggalan yang saya lihat. Bounty Hunter? Kenapa dia yang mengejar si Nicole? Bukankah itu tugas polisi. Hohoho…. Wislah… buat temans, yang pengen nonton, nonton aja deh. Mungkin kita punya penilaian yang beda. Ok. .
Sepertinya film ini sangat cocok untuk temans yang tidak suka film-film berat. When In Rome, berkisah tentang seorang wanita yang tengah sibuk meniti karir dan enggan menjalin hubungan setelah putus dengan pacarnya. Beth (Kristen Bell) lebih memilih menfokoskan hidupnya pada karirnya yang mulai bersinar. Sampai suatu saat hidupnya berubah. Ketika dia menghadiri pesta pernikahan adiknya di Itali. Disana dia bertemu dengan seorang pria bernama Nick (Josh Duhamel) . Nick, seorang lelaki yang membuatnya cukup tekesan. Nick membantu Beth menerjemahkan bahasanya kedalam bahasa Italy, mengajaknya berdansa, ngobrol. Tetapi semuanya berubah ketika Beth melihatnya bersama seorang wanita bergaun merah. Beth kecewa dengan itu. Dia meninggalkan pesta adiknya dengan membawa sebotol minuman dan mengumpat di Sebuah Pancuran, semacam pancuran cinta, tempat kita memohon untuk mendapatkan jodoh. (kayaknya saya musti ke sana deh. Hohohoho). Beth mulai mengumpat dan mengambil 5 koin yang ada di kolam. Secara misterius, setelah itu ada empat lelaki yang mengejarnya. Kehidupan Beth mulai berubah, dia mulai tidak mampu menghadapi ke empat pria yang mengejarnya. Untung saja Nick yang jatuh hati padanya selalu membantu Beth menghadapi keempat lelaki aneh itu. Usut-punya usut, ternyata mereka adalah lelaki pemilik-pemilik koin itu, dan mereka tengah dalam pengaruh sihir cinta. Ada satu cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan sihir itu, yaitu dengan mengembalikan semua koin itu ke pancuran itu atau ke pemilik aslinya. Tapi ada dilema dalam dirinya, karena belakangan juga ia tahu bahwa salah satu pemilik koin itu adalah Nick. Cukup sampai disini ceritanya, karena kalau dilanjutkan, saya akan menjadi seorang spoiler.
Satu yang saya suka dari film semacam ini adalah, karena saya tidak perlu terlalu cemas, dan gregetan. Konflik ringan tapi cukup seru. Santai tapi menghibur. Tontonan keluarga banget deh. Hehehehe….. ngak perlu takut ngak ngerti atau ngak terhibur, film ini cukup membuat kita bersemangat untuk menemukan seseorang yang kita sebut cinta sejati. Dan buat temans yang belum punya pacar alias jomblo… keep trying guys….. hahahaha…. Weird Ps. Ok….. enjoy it.
We invite you to Fivelements, Puri Ahimsa, a healing center based on the philosophies and traditions of Bali, including the rituals, healing practices and sacred arts that have existed and evolved for centuries.
Designed with eco-conscious principles, balinese vastu and sacred geometry, Fivelements, Puri Ahimsa is a place for Learning to Love and Respect Life.
We welcome you to experience sacred healing therapies in our private riverfront suites, Water Meditation pools and Beauty Sanctuary. Learn how traditional remedies are prepared in our Laboratorium. Join us in ceremony, yoga and other sacred arts.
Share a meal at the Sakti Restaurant, offering an inspiring gastronomical healing journey based on innovative living cuisine, prepared by our team of devoted Chefs.
At Fivelements, Puri Ahimsa, we aim to foster a space for Life Transformation and Love in Action. Please join us in this vision.
For more information and Reservation : fivelements
Well, uda pada denger lagunya The Changcuter belum? Kalo ngak salah judulnya Main Serong. Hehehe…. Emang mereka pada kreatif ya? Jujur, awalnya aku ngak terlalu suka. Tapi pas didenger dan didenger lagi, tambah keren aja.
Main Serong. Selingkuh. Kata yang sering banget dan uda biasa kita denger. Sebenarnya apa ya penyebab orang selingkuh? Apa mereka uda ngak sayang lagi sama pasangannya? Atau seperti kata The Changcuter. Selingkuh hanya hiburan?. Dulu, temenku pernah bilang,
Temenku : ada cowok yang biasa membagi tubuhnya untuk banyak wanita, tetapi hatinya tetap milik satu orang.
Aku : Ok! aku kasi pilihan . Diselingkuhi fisik atau diselingkuhi hati? Atau dengan kata laen, pacarmu ngak selingkuh secara fisik, ngak pacaran sam orang lain, tapi dia mencitai orang lain. Tau dia pacaran sama orang yang dia ngak suka karena sesuatu hal?
Temenku : (diem)……
Kayak makan buah simalakama. Jadi bingung! Hehehe…. Sebenarnya aku juga ngak bisa jawab. Kalau boleh, aku ngak mau milih dua-duanya. Mending milih jalur aman. Hehehe….. karena selingkuh itu ngak pernah membawa bahagia. Ceile…..uda kayak lagu aja. Sekarang coba bayangin kalau kita yang ada di posisi diselingkuhi. Pasti sakit banget kan rasanya? Pernah denger kata pepatah kalau tidak ingin disakiti jangan menyakiti. Dan sepertinya, hanya ini acuan untuk tidak selingkuh. jangan selingkuh kalau ngak ingin diselingkuhi
Ketidaktahuanmu tidak akan menyakitimu. Jadi boleh selingkuh asal ngak ada yang tahu. Ini bukan pembenaran untuk selingkuh. karena sekalipun tidak ada yang tahu kalau kita selingkuh, masih ada Tuhan. Karena apapun yang kita lakukan, Beliau tidak pernah tidak tahu. Seperti kata Tolstoy “Tuhan Tahu Tapi Menunggu” Karena Tuhan tahu dan hanya perlu menunggu kapan saat yang tepat untuk memberi balasan. Saya dapat kata ini dari buku Edensornya Andrea Hirata. Sepetinya Cuma ini aja yang bisa bikin kita takut buat melakukan hal itu.
Sebuah rasa terdalam di hatiku. Walau sempat terlintas, tapi kuabaikan. “ Maaf”
Ngak enak banget pembukaan cerita kali ini. Tapi jujur deh, sekarang udah hampir jam 2 pagi. Dan aku dengan suskses belum tidur. Lagi nonton tv sambil ngetik. Eh, yang bener ngetik sambil nonton tv. Tapi apa bedanya? Pokonya beda. Jangan bahas lagi.*egois* hehehe…..
Insomnia is never ending problem buatku. Sering banget ngak bisa tidur. Padahal mata sudah sepet, tapi tidur ngak bisa nyenyak. Btw, kalo sarannya yang ngitung domba, basi banget. Sama sekali ngak mempan sama aku. It doesn’t work. Dari tadi pas jam 11 nyoba tidur,uda lewat kali 50 lebih domba. Tapi sama sekali ngak bekerja. BT. Pilihan terakhir, nyalain Laptop dan nginget-nginget lagi kejadian yang uda lewat.
Tapi kenapa malah yang sekarang yang ada dipikirinku adalah seseorang dari masa lalu yang sangat ingin aku hapus. Yang sangat ingin aku lupakan. Yang sangat ingin aku hempas. Yang sangat ingin aku kubur. Tapi kenapa susah banget. Setiap aku sudah mulai hampir bisa melupakannya. Selalu saja ada kenangan yang bikin aku inget sama apa yang sudah kita lalui.
Disaat seperti ini, kayaknya pikiran tenang banget. Hanya ada aku, diriku, dan pikiranku. Bener-bener waktu untuk diri sendiri. Memikirkan apa yang mungkin terbaik buatku. Dan apakah keputusan yang sudah aku ambil adalah yang paling tepat. Tapi entahlah. Semuanya hanya menjadi angan yang terbungkus seandainya. Jika. Kalau. Dan kata pengandaian yang lainya.
Bagaimana kita kalau dulu aku memutuskan untuk bersamamu. Bagaimana jika aku tidak bertemu denganmu? Jadikah aku seperti aku yang sekarang? Entahlah? Ngak ada yang tahu.
Seperti kata Harun Yahya, tak ada hal sekecil apapun yang terjadi karena kebetulan. Mungkin ada maksudnya kenapa Tuhan mengirimmu untukku. Mungkin untuk membentukku menjadi seseorang seperti ini. Menjadi orang yang jauh lebih siap menghadapi dunia, memberi pemahaman tentang hal-hal yang asing. Membuatku merasa berarti dan dihargai. Membuatku mengerti bahwa hidupku ternyata bukan hanya milikku. yang terpenting, orang yang juga telah membalas cintaku. Cinta……..? apa sih? Cinta aja ngak bisa aku deskripsikan, sok tau lagi ngomongin cinta. Tapi jujur. Mendeskripsikan cinta dan perasaan itu susah banget memang. Tapi mendeskripsikan kamu jauh lebih sulit. Seperti sebuah puzzle yang sangat sulit untuk dirangkai. Ketika aku merasa sudah mengenalmu. Sekejap berikutnya aku sadar ternyata aku sama sekali tidak tahu apapun tentang kamu. Tapi biarlah…. Biarlah aku tetap ada dibelakangmu. Menatap punggungmu, mungkin kamu tidak pernah tau kan, kenapa aku suka berjalan dibelakangmu, punggung lebar dan gagah itu membuatku nyaman dan aman maka itu yang paling aku suka dari kamu. Dan sekarang akupun tetap begitu. Memiliki perasaan yang sangat sulit aku tuangkan dalam kata, dan semakin sulit ketika ada dibelakangmu. Sembunyi , seperti hatiku yang bersembunyi dibalik semua aku tanpa kamu pernah tahu kalau aku masih merindukan punggung itu.
CLBK atau cinta lama bersemi kembali sering banget kita dengar. Mungkin ini akan menjadi sangat biasa kalo itu terjadi sama mereka yang masih pacaran. Kebayang ngak kalo yang berada di posisi ini adalah dua orang berumur, mantan suami istri dan salah satu dari mereka telah menikah. Pasti it’s complicated dong. Itulah yang terjadi pada Jane ( Meryl Streep) dan Jake (Alec Baldwin) . Mereka berdua adalah mantan suami istri yang bertemu kembali saat kelulusan anaknya. Disinilah benih-benih cinta diantara keduanya muncul kembali saat Jane dan Jake menghabiskan malam bersama dan sejak malam itu mereka memutuskan untuk berselingkuh dibelakang istri mantan suaminya. Semuanya berjalan mulus-mulus saja hingga suatu saat, Jane
Semua orang pasti punya mimpi. Dan sudah seharusnya kita mengejar mimpi-mimpi itu. Mungkin ini pesan yang ingin disampaikan oleh film Menembus Impian, arahan sutradara Hanung Bramantyo. Berkisah tentang seorang mahasiswi tingkat akhir bernama Nur Kemala Jati (Acha Septriasa) yang hidup di bersama ibunya, Sekar (Ayu Diah Pasha) seorang buruh cuci. Nur sangat kasihan melihat ibunya banting tulang untuk membiayai kuliahnya. Bebannya semakin bertambah ketika biaya kuliah naik dan uang yang diberikan oleh ibunya tak lagi cukup dan dia tidak tega untuk meminta uang kepada ibunya. Disaat sulit seperti ini, tanpa sengaja Nur bertemu dengan Dian (Fedi Nuril) seorang mahasiswa yang menggeluti bisnis MLM. Mendengar pernyataan Nur di sebuah warung yang ingin mencari kerja, Dian mencoba memprospek Nur. Tapi dengan tegas Nur menolak. Karena putus asa, akhirnya Nur menerima tawaran Dian, dengan menggunakan uang kuliah dari ibunya sebagai modal. Ditengah-tengah usahanya, Nur malah tertimpa musibah. Ibunya masuk rumah sakit dan dia harus bekerja ekstra dengan menjadi pelayan di bar. Disaat sulit itu pula, orang-orang malah menjauhi Nur karena mereka malas diprospek.