Sebuah punggung
Posted by nurani | at 19:32 | 0 comments
Posted by nurani | at 00:36 | 1 comments
Posted by nurani | at 00:14 | 0 comments
Posted by nurani | at 00:54 | 0 comments
Posted by nurani | at 04:00 | 1 comments
Kalo diitung-utung, udah lebih dari empat kali saya menonton film ini. Mungkin, untuk beberapa orang, film seperti ini dibilang kacangan, ngak mutu, ngak menarik, dan ngak-ngak yang lain. Buat saya film ini bagus kok. Bagus banget malahan. Saya bukan tipikal orang yang suka dengan sesuatu yang berat, saya menonton film, untuk fun. Melepaskan kekesalan saya, membuang penat saya, melepaskan beban saya. Makanya, saya lebih suka film-film remaja ato yang ringan-ringan, dan bisa bikin saya semangat buat jalanin hidup saya yang cukup berat. Saya hanya penikmat, bukan pengamat. Saya Cuma ingin berbagai kepada teman-teman yang juga mungkin suka menonton film. Ya, saya seorang cewek yang sangat malas berfikir tentang esensi, moral, dan bla,bla,bla….. *kok jadi curhat*
Balik lagi ke film ini. Ceritanya ringan banget, berkisah tentang seorang cewek bernama Rebeca Bloowood, seorang wartawan yang hobi belanja. Suatu hari, dia mendapati tagihan kartu kreditnya membengkak, dan majalah tempatnya bekerja bangkrut. Dililit hutang, dan dikejar-kejar depkoletor, itulah gambaran hidupnya. Dia mencari pekerjaan di majalah Allete, tapi sepertinya dia tidak ada kesempatan, lalu seorang receptionist memberitahunya bahwa juga ada wawancara di majalah ekonomi, Succesfull Saving. Pada awalnya dia ditolak. Tetapi berkat surat kaleng yang tertukar, akhirnya dia mendapat pekerjaan di successful saving yang dipimpin oleh . Seperti kata pepatah jawa, witing tresno jalaran soko kulino, yang artinya, cinta tumbuh karena terbiasa. (Yae,,,,saya bisa nemuin hubungan film amerika sama pepatah jawa. Wah, hebatnya aku… prestisius nie.) Hehehe. Dalam karirnya yang semakin meningkat, Rebeca harus mati-matian meghindar dari rentenir yang meminta tagihan kartu kredit. Hingga pada suatu saat dia tidak bisa menghindar, dan publikpun mengetahui masalahnya.
Film ini berakhir bahagia, jadi jangan khawatir. Kita memang sesaat dibuat cukup tegang. Entah kenapa, meski sudah tahu endingnya pasti bahagia, saya tetap saja deg-degan pas klimaknya. Hehehe. Film ini pas banget untuk tontonan santai.
Properties
Director : P. J Hogan
Cast : Isla Fisher, Hugh Dancy
Posted by nurani | at 02:42 | 0 comments
Film yang lumayan. Saya memang tidak baca novelnya, tapi menurut teman saya yang baca novelnya, dia bilang memang novelnya lebih lengkap. Tapi saya cukup memaklumi kok, agak sulit memvisualkan cerita yang panjang ke dalam film berudasi dua jam.
Ceritanya tentang seorang gadis 14 Tahun yang bernama Sussie Salmon yang di bunuh oleh tetangganya yang Pedophilia. Lelaki itu benama George Harvey, ia mengajak Sussie pergi ke ruang bawah tanah dan membunuhnya di sana. Keluarga Sussie tidak bisa menerima kepergiannya, meski awalnya mereka menerima, tapi belakangan bukti-bukti bahwa Sussi dibunuh oleh tetangganya bermunculan. Ketidakrelaan itu muncul lagi terutama oleh ayahnya yang pantang menyerah untuk membuktikan dan menemukan pembunuh anak kesayangannya. Yang paling tidak bisa menerima kematian Sussi adalah ibunya yang di perankan oleh Rachel Weiz. Saking depresinya dia sampai harus meninggalkan rumah untuk menenangkan diri.
Semua itu mengesankan hanya Sussie anak dikeluarga mereka, karena keluarga mereka benar-benar hancur setelah kepergian Sussie. Padahal dalam keluarga itu masih ada dua lagi saudara Sussie, tidakah itu cukup untuk tetap bertahan. Saya agak kasian sama adik-adik Sussie, mereka jadi aga k terlantar, karena kesedihan mendalam dari orang tua mereka
Yang saya suka dari film ini adalah cara penyampaian ceritanya kepada penonton . Naratornya adalah Susie Salmon sendiri yang bercerita dari dari surga. Ya, mirip-miriplah sama style Desperate House Wife. Sang sutradara Peter Jackson menampilkan banyak unsur dalam film ini. Mungkin, maunya bikin satu paket komlit kali ya, ada dramannya, misterinya, komedianya, untung aja ngak pake nyanyi. (uda aja saya pikir ini film india). Tapi jujur, jadi kurang focus, dramanya kurang nancep, misterinya ngak dapet, komedinya apalagi. Hadoh. Yang bikin saya bertahan adalah prediksi ending film ini, walau akhirnya saya gagal dengan sukses. Unpredictable. Cuma agak cengok aja. Hehehe
Posted by nurani | at 02:40 | 0 comments
Free Wordpress Themes | Converted into Blogger Templates by Theme Craft | Falcon Hive